2. Masyarakat Multikultural
Pengertian Masyarakat Multikultural
Masyarakat
multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari dua kelompok
masyarakat atau lebih yang memiliki perbedaan karakteristik dan
kebudayaan yang beragam.
Naluri
manusia adalah ingin hidup dengan dengan orang lain,oleh karena itu
secara otomatis akan lahir masyarakat yang berarti kesatuan hidup
manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu,
yang bersifat kontinue atau terikat oleh identitas bersama.
Masyarakat
multikultural adalah masyarakat yang memiliki berbagai kultur dan
terbentuknya masyarakat tersebut karena adanya proses sosial dan
perubahan-perubahan sosial.Masyarakat multikultural secara sederhana
adalah masyarakat yang memiliki beragam kebudayaan yang berbeda-beda.
Faktor penyebab munculnya masyarakat multikultural :
1. Latar belakang historis.
2. Kondisi geografis.
3. Keterbukaan terhadap budaya luar.
Dalam
suatu masyarakat,kita pasti menemukan banyak kelompok masyarakat yang
memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Perbedaan karakteristik itu
berkenaan dengan tingkat diferensiasi dan stratifikasi
sosialnya.Masyarakat multikultural disebut juga masyarakat majemuk.
Macam-macam masyarakat multikultural
1. Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang.
Yaitu masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah komonitas atau kelompok etnis yang memiliki kekuatan kompetitif seimbang.
2. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan.
Yaitu
masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah komonitas atau kelompok
etnis yang kekuatan kompetitifnya tidak seimbang.salah satunya yang
merupakan kelompok mayoritas memiliki kekuatan yang lebih besar daripada
lainnya.
3. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan.
Yaitu
masyarakat yang diantara komunitas atau kelompok etnisnya terdapat
kelompok minoritas, tetapi mempunyai kekuatan kompetitif diatas yang
lain.
4. Masyarakat majemuk dengan fragmentasi.
Yaitu
masyarakat yang terdiri atas sejumlah besar komunitas atau kelompok
etnis dan tidak ada satu kelompok pun mempunyai posisi politik atau
ekonomi yang dominan.
Sifat-sifat masyarakat multikultural
1. Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok sub kebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain.
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non komplementer.
3. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar.
4. Secara relatif sering mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
5. Secara relatif tumbuh integrasi sosial diatas paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi.
6. Adanya dominasi politik oleh satu kelompok atas kelompok-kelompok yang lain.
Karakteristik Masyarakat multikultural
Berikut ini beberapa macam karakteristik kesatuan masyarakat
1. Kesatuan Genealogis adalah kesatuan masyarakat yang anggotanya diikat berdasarkan pertalian darah.
2. Kesatuan
Teritorial adalah kesatuan masyarakat yang setiap anggotanya merasa
terikat karena bertempat tinggal di daerah yang sama.
3. Kesatuan Sakral adalah kesatuan sosial yang terbentuk karena anggota-anggotanya merasa terikat oleh ikatan spiritual.
4. Kesatuan Campuran adalah masyarakat yang terikat karena perpaduan dari faktor-faktor genealogis, teritorial dan sakral.
5. Penggolongan tertentu adalah kesatuan masyarakat lain yang terbentuk berdasarkan keadaan tertentu.
- Penggolongan berdasarkan proses terbentuknya
- Penggolongan berdasarkan jenis kelamin
- Penggolongan berdasarkan umur
- Penggolongan berdasarkan derajat
- Penggolongan berdasarkan kasta.
Perilaku dalam masyarakat multikultural
Dalam
kehidupan masyarakat multikultural sering tidak dapat dihindari
berkembangnya paham-paham atau cara hidupyang didasarkan pada
etnosentrisme,primordialisme, aliran dan sebagainya.
- Etnosentrisme
merupakan paham atau sikap menilai kebudayaan suku bangsa/kelompok lain
menggunakan ukuran yang berlaku di suku bangsa kelompok/masyarakat
sendiri.
- Primordialisme
merupakan tindakan memperlakukan secara istimewa(memberi prioritas)
orang-orang yang berlatar belakang suku bangsa, agama, ras, aliran atau
golongan yang sama dalam urusan publik.
- Kronisme:memprioritaskan teman.
- Nepotisme : memprioritaskan anggota keluarga.
Hubungan Kelompok Sosial dengan Masyarakat Multikural
Dengan
adanya diferensiasi dan stratifikasi sosial,maka terjadi
perbedaan-perbedaan yang membentuk tingkat-tingkat sosial dalam
masyarakat.Perbedaan ini mencerminkan adanya ketidaksamaan dalam
masyarakat.Bentuk diferensiasi dan stratifikasi ini sangat penting bagi
individu-individu dalam kelompok sosial karena memiliki pengaruh
terhadap kesempatan hidup mereka.Hubungan antar kelompok sosial dengan
masyarakat muktikultural adalah saling berkaitan(erat sekali), keduanya
berhubungan erat dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Dalam suatu
masyarakat kita pasti menemukan dua atau lebih kelompok sosial yang
berbeda-beda berkenaan dengan tingkat diferensiasi dan stratifikasi
sosialnya.